Selasa, 5 Juli 2011
Allahu Akbar.... Azan zhuhur berkumandang,, alhamdulillah muker hari ini selesai. Lanjut... sambut panggilan Ilahi..
Kricik...kricik.. mmmh... segernya siang-siang kena air wudhu :-). Sesampainya di Yarmuk (nama masjid di kampusku) ketemu beberapa temen tak sengaja membentuk separuh lingkaran.
Ada kabar duka! salah seorang temenku 'Kejambretan Hape'. Ugh.. pastinya sedih bgt.. krn bentar lagi rencananya dia mau pulkam.. memang,, saat ini tuh lagi masanya liburan. Sekilas menyampaikan empati aku segera shalat. Selesai shalat terlintas dipikiranku.. koq,, perasaan orang-orang terdekatku lagi pada kena musibah,, pertanda apa ya??
entah kenapa aku kepikiran,, gimana ya rasanya kehilangan (barang berharga kita)??
aghh.. cepat-cepat aku tepis pikiran itu.
Selang beberapa waktu
Sampailah aku di stasiun depok baru,, mau pulang ceritanya.. nunggu kereta ekono mi kira-kira 1jam lagi baru dateng.
Daripada bengang-bengong di tempat nunggu lebih baik aku ke mushola unutuk muroja'ah.
* ---------------------------------------- *
Sejam kemudian.
ALhamdulillah kereta ekonomi udah dateng,, tapi kondisinya penuh banget. Mau gak mau aku harus naek karena kalo nunggu kereta selanjutnya pasi lama lagi. Saat kereta bergerak jalan aku disibukkan oleh pikiranku. Gak berapa lama," kompas seribu, media gopek, kompas seribu, media gopek.." begitu teriak tukang koran. Tertarik dengan harga kompas yang cuma seribu (biasanya 3500) aku pun mengeluarkan uang dan membelinya. Lumayan,, :p
Waktu terus aja berjalan,, tiba-tiba koq ada mas-mas mepet ke sisi kananku ya?? ya,, sisi kanan adalah sisi untuk membuka tas ku (yang didalemnya ada dompet). Dengan mengabaikan feelingku aku masih aja berdiri dengan tenangnya. Merasa terlalu sempit tempat aku berdiri, akupun mundur kebelakang mencari tempat yang masih lega. Ternyata.. disisi belakangku masih lowong... Kereta berhenti tepat di stasiun UI,, mas-mas yang mepet aku tadi turun. Saat itu juga aku mulai curiga dan memeriksa tas ku. Saat kulihat sisi kanan tasku resletingnya agak naik keatas. Spontan aku berucap " Yah,,, kecopetan.."
Mau teriak? malu.. karena kereta juga udah keburu jalan. Akhirnya aku masih berdiri ditempat semula dengan tak mengucap apapun. Mencoba tenang.. Batinku.." Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un"..
Sempet sedih juga.. karena disana ada ongkos buat sebulan kedepan.. :'(
Yaudahlah.. udah kejadian. Cuma bisa beristirja, istighfar dan terus berharap.. semoga dapet sumber rezeki baru,, dan semoga ini kali terakhir mas-mas itu mencopet.
Kembali teringat kejadian siang tadi saat temen kejambetan hape,, oh... begini rasanya kehilangan..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar