Hai......... selamat datang di blog ku... ini perdana blog aku buat lho. Menerima kritik dan saran yang membangun.
Sabtu, 05 Mei 2012
Dalam Dekapan Ukhuwah
karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali :
"jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara"
mungkin lebih baik kita berpisah sementara,
sejenak saja menjadi kepompong dan menyendiri
berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
bertafakur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia
lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
dengan persaudaraan suci, sebening prasangka, selembut nurani,
sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji.
-Salim A.Fillah-
Perlu teman untuk berbagi, perlu sahabat untuk melepas rindu, perlu kawan untuk saling mengingatkan. Namun seringkali, terus bersama mereka membuat kita jenuh. Kita butuh udara baru untuk bernafas. Terus bersama juga tak selalu indah. Malahan akan sering menemukan banyak perbedaan yang tak jarang menimbulkan percekcokan. Awalnya mungkin masih bisa dipendam namun jika hanya ditumpuk saja tanpa diatasi maka akan berakibat perselisihan yang berkepanjangan. Jika sudah begini, tali yang putus akan sulit untuk disambung, kalaupun masih bisa disambugung akan tetap menimbulkan bekas putusnya. Pada dasarnya seperti itulah kita dalam berkawan. Perlu diingat, manusia tidak akan pernah terlepas dari perkara semacam ini. Dari mulai Qabil dan Habil hingga ummmat Nabi Muhammad SAW, bahkan akan semakin menjadi saat mendekati akhir zaman. Untuk itulah Allah menurunkan sifat Arrahmanurrahiim. Agar saat saudara kita berbuat salah kita dapat menegurnya dengan penuh kasih. Agar saat saudara kita menyimpang masih ada rasa sayang yang membuat kita berbuat sesuatu untuk meluruskannya. Agar wasiat Sang Nabi yang mulia dapat kita jalankan dengan penuh keimanan. Agar Rahmat Allah turun kepada kita semua.
Ya, semua itu karena Dia yang menurunkan keindahan ukhuwah.
Teruntuk saudaraku yang pernah tersakiti oleh kata, sikap dan laku-ku. Mohon maaf yang mendalam kepada kalian. Semoga Allah masih berkenan memberikan Hidayah-Nya kepada kita semua. Semoga Allah kumpulkan kita di Jannah Firdaus-Nya seperti Ia mengumpulkan kita di dunia (bahkan dalam keadaan yang lebih baik tentunya). Aamin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar