Hai......... selamat datang di blog ku... ini perdana blog aku buat lho. Menerima kritik dan saran yang membangun.
Rabu, 30 November 2011
Kamis, 24 November 2011
Empat Cangkir Kopi Sehari Turunkan Resiko Kanker Rahim
Wanita yang minum empat atau lebih cangkir sehari selama bertahun-tahun memiliki resiko 25 persen lebih rendah untuk terserang penyakit ini dibandingkan mereka yang minum kurang dari satu cangkir setiap hari.
Baik kopi berkafein maupun tanpa kafein tampak cukup berperan membantu menangkal penyakit ini. Penelitian ini dilakukan selama 26 tahun dengan 70.000 responden wanita.
Laporan dari jurnal kanker dan pencegahannya mengatakan minum kopi secara teratur dapat membantu menurunkan kadar hormon yang diyakini sebagai pemicu tumbuhnya kanker. "Uji klinis menemukan bahwa kopi mengandung lebih banyak zat antiokasidan dibandingkan sayur dan buah," kata peneliti senior, Edward Giovannucci.
Kanker rahim diderita oleh 6.400 wanita Inggris. Setiap tahunnya diperkirakan seribu orang meninggal akibat penyakit mematikan ini. Resiko terkena kanker rahim meningkat seiring bertambahnya usia. Para peneliti di Universitas Havard mengatakan untuk pencegahan kanker rahim dapat dilakukan dengan mempertahankan berat badan ideal.
Minggu, 20 November 2011
Awas,.Dinar.Dirham.Tiruan
Ketika pertama kali Shakyh Umar Ibrahim Vadillo mengajarkan kepada umat Islam agar kembali kepada syariat Islam dalam bermuamalat, dan menggunakan Dinar emas dan Dirham perak sebagai alat tukar, sekitar dua puluh tahun lalu, banyak orang tak mengacuhkannya. Bahkan tidak sedikit yang mentertawakan. Kini, sesudah melalui perjuangan panjang dan kerja keras, dan menampakkan hasilnya, banyak pihak mendompleng begitu saja di belakangnya. Tanpa memahami tujuan akhir untuk menegakkan syariat Islam, mereka hanya melihatnya sebagai bisnis koin emas dan perak, dan memanfaatkanya demi uang semata. Baik dari kalangan Muslim, bahkan juga non-Muslim, kini banyak yang 'berjuang' menerapkan Dinar dan Dirham.
Akibatnya, di tengah masyarakat, mulai timbul kebingungan. Ada beraneka koin 'dinar dan dirham', dengan 'nilai jual beli' yang berbeda-beda, dengan corak sesuai selera masing-masing pencetak dan pengedarnya. Jadilah koin 'dinar dan dirham' ini tak ubahnya perhiasan emas dan perak semata, diperjual belikan, demi mendapatkan uang kertas. DIanr dan Dirham dipromosikan sebagai instrumen investasi. Diperjual-belikan, digadaikan, dan sebagainya. Tujuan untuk menegakkan daulah Islam, dalam satu kepemimpinan, tidak lagi diindahkan. Saat ini, di Malaysia, misalnya, beredar tak kurang dari 30 jenis 'koin Dinar dan Dirham'!
Oleh karena itu, masyarakat agar berhati-hati, dan hanya menggunakan Dinar dan Dirham yang sesuai dengan syariah dan mengikuti badan pengatur internasional yang ada, yaitu WIM, dan agar berada dalam satu barisan yang sama. Demikian juga kepada para pencetak dan pengedar 'dinar dan dirham' ini agar memahami tujuan pokoknya, yaitu menegakkan syariat muamalat dan kepemimpinan Islam, dan bukan untuk berbisnis koin emas dan perak. Mereka pun sepatutnya berada dalam barisan yang sama, dalam kepemimpinan yang sama, tidak sekadar mendompleng di belakang, baik dengan izin ataupun tidak, demi tujuan lain.(001)
Dibaca : 854 kali
Jumat, 11 November 2011
Minggu, 06 November 2011
Pilih Warna: Rahasia Psikologi Arti Warna
Merah, kuning, hijau dan biru merupakanempat warna utama menurut pakar psikologi. Dan meskipun belum bisa dipastikan dari sudut pandang sains, tetapi pada umumnya warna akan memiliki pengaruh atau sifat yang berbeda didalam aspek kehidupan manusia termasuk juga dari personalitinya. Dan berikut ini beberaparahasia psikologi arti warna;
Biru:
Memberikan arti ketenangan yang sempurna. Memiliki kesan yang dapat menenangkan di denyut nadi, tekanan darah, pernafasan serta membantu didalam meningkatkan kesehatan diri.
Biru tua:
Memberikan arti yang melambangkan perasaan yang mendalam. Dan biasanya bersifat perasa, bijaksana, tidak mudah untuk tersinggung, bersikap tenang dan memiliki kenalan/rekan yang luas.
Biru muda:
Melambangkan sifat yang teguh dan kokoh. Tetapi biasanya sedikit keras kepala, serta sering berbangga diri dan memiliki pendirian yang tetap.
Coklat:
Memiliki sifat suka merebut, pesimis terhadap kesejahteraan dan kebahagiannya di masa depan.
Hijau:
Melambangkan adanya suatu ketabahan, keinginan namun keras hati. Memiliki pribadi yang keras dan dominan/berkuasa. Tetapi warna ini bisa meningkatkan rasa bangga. Penggemar warna ini biasanya sering menjadi pilihan untuk mendapatkan nasehat.
Hitam:
Melambangkan arti kehidupan yang terhenti serta memberi kesan kekosongan, kegelapan, kematian, dan kerusakan.
Kuning:
Mewakili sifat kegembiraan, cukup santai, mempunyai cita-cita setinggi langit.
Kuning terang:
Melambangkan sifat spontan dan toleransi yang tinggi. Begitu menonjol tetapi berubah-ubah sikap, suka berharap dan dermawan.
Abu-abu/Kelabu:
Samar-samar karakternya. Kecenderungan lebih netral.
Merah:
Melambangkan keadaan psikologi yang mengurangkan tenaga, mempercepatkan denyutan nadi, menaikkan tekanan darah dan mempercepat pernafasan. Warna ini mempunyai pengaruh produktiviti, perjuangan, persaingan dan birahi.
Merah terang:
Mewakili kekuatan, kemahuan atau cita-cita. Warna ini turut melambangkan agresif, aktif, kemahuan keras, penuh ghairah dan dominasi.
Merah jambu:
Romantis, feminin, selalu rapi dan penuh jenaka.
Ungu:
Warna ini adalah campuran warna merah dan biru. Sifatnya sedikit kurang teliti tetapi selalu penuh harapan.
Nah, bagimana warna kesukaan Anda?
Sumber: email
Selasa, 01 November 2011
Membangun Mentalitas dan Militansi Kader Dakwah. Kemanakah Engkau?
Apa MAKNA dari MILITANSI ??
Oleh : Agus Supriyadi
Seorang sahabat bertanya kepada ana melalui sms ;
Apa arti dari MILITANSI??
Apa UKURAN MILITANSI itu??
Apakah ia SELALU PENUH dengan BEBAN AMANAH??
Dari : Sahabat, Faperta 2006.
Bismillah,,
Hmmf, Subhanallah. Membacanya ana langsung menarik nafas panjang dan tersenyum. Luar biasa orang ini, secara proses marhalah dakwah beliau adalah orang yang insya Allah istiqomah dalam menjalankan amanah. Ada pancaran ruhiyah dan kekuatan tarbiyah. Tak pernah ana mendapatkan pertanyaan seperti itu. Ana bukan kaderisasi kampus ataupun orang penting ditataran Universitas, tapi insya Allah ana cukup dekat dan mengenal dengan saudara-saudara ana, seperjuangan di Unsoed ini.
MAKNA MILITANSI ?
Dalam kamus Bahasa Inggris, Militancy memiliki arti; semangat baja atau semangat berjuang. Imam Hasan Al Banna mengatakan bahwa semangat berharokah adalah keniscayaan dalam berdakwah dan merupakan penggerak cita-cita. Semangatlah yang menggerakan jasad kita untuk tetap berharokah dan beramal.
Militansi merupakan hasil dari kristalisasi idiologi, dia menjadi obsesi yang melebur bersama mimpi seorang jundi (weis,,catet,,). Militansi adalah kemampuan mengkomparasikan seluruh pikir, sikap dan gerak hanya untuk memperjuangkan ide dan prinsip islam. Sehingga seluruh elemen ruhiyah, fikriyah dan jasadiyah terfokus pada satu azzam, sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam.
Militansi merupakan wujud dari konsistensi dan komitmen seorang jundi atau kader dakwah. Seberapa besar kita bertahan dalam dakwah ini, seberapa besar kita dapat bertanggung jawab dalam janji-janji kita sebagai seorang muslim dan seberapa besar pula kita semangat untuk tetap mengharap ridho-Nya. Ridho Allah ‘azza wa jalla, Rabb penggenggam ruh manusia.
UKURAN ?
Militansi TIDAK diukur dari besar dan banyaknya amanah, tidak pula di ukur dari banyaknya seorang jundi mengikuti sebuah organisasi. Ukuran militansi itu sejauh mana keikhlasan, kejujuran yang ada pada diri aseorang jundi atau kader dakwah. Keteguhan untuk melaksanakn tugas sebagai seorang muslim dengan sebaik-baiknya. Serta kesiapan melangkah bersama jama’ah dakwah. Kita bisa berkaca pada apa yang telah dilakukan oleh para sahabat dan sohabiah. Para generasi terbaik islam, para muasis dakwah kita. Allahu Akbar!
BANYAK AMANAH ?
Militansi tidak berarti memikul sebanyak-banyaknya amanah. Tetapi melaksanakan amanah yang sudah ada dengan TUNTAS. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ; “Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya…” Q.S Al-Mu’minun [23] : 8. Sehingga, profesionalisme dalam mengemban dan menjalankan amanah merupakan hal yang harus dilakukan. Artinya beban yang diberikan harus sesuai dengan daya pikul kader dan asas pemberdayaan kader secara adil dan merata.
Allah ‘azza wa jalla berfirman ;
“Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu dijalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui..” Q.S At Taubah [9] : 41
Tidak perlulah kita mencari amanah, atau merasa bangga dengan amanah yang sudah kita emban saat ini. Terkadang kita sendirilah yang dibutakan oleh amanah itu. Mari recovery niat dan semangat kita. Sehingga tidak ada lagi “kader-kader zombi”, TIDAK ada lagi kader dakwah yang berjalan tanpa ruh dan semangat.
SELAMAT MEMPERTEGUH KOMITMEN PADA KEBENARAN dan KEADILAN. BANGKITKAN SEMANGATMU! TUNJUKKAN KOMITMEN MUSLIMMU!!.
Sumber: http://ukkiunso3d.wordpress.com/2010/01/09/salah-satu-kewajiban-asasi-dalam-amal-jamai/